Sabtu, 18 April 2026

Menaker Yassierli Tegaskan Itjen Harus Cegah Masalah Bukan Sekadar Cari Temuan

Photo Author
M Iqbal AN, News Andalas
- Jumat, 17 April 2026 | 06:12 WIB

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli. (Dok. Biro Humas Kemnaker) (M Iqbal AN)
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli. (Dok. Biro Humas Kemnaker) (M Iqbal AN)

BOGOR (NewsAndalas.com) – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan pentingnya perubahan mendasar dalam pendekatan pengawasan internal di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) agar menjadi lebih preventif dan strategis.

Ia menekankan bahwa Inspektorat Jenderal tidak boleh lagi hanya dikenal sebagai lembaga yang hadir setelah masalah terjadi, melainkan harus bertransformasi menjadi mitra strategis yang mampu mendeteksi risiko sejak dini.

Hal ini bertujuan untuk membantu unit kerja tetap akuntabel serta mampu mengatasi berbagai persoalan administratif yang mungkin muncul dalam pelaksanaan program.

Pesan penting tersebut disampaikan Menaker Yassierli saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Pengawasan Itjen Kemnaker Tahun 2026 yang berlangsung di Bogor, Jawa Barat, pada Rabu malam, 15 April 2026.

Baca Juga: Skandal Pemerasan Bupati Tulungagung Mencuat Nama Ibu Solo Jadi Sorotan

Dalam kesempatan tersebut, Yassierli memaparkan bahwa perubahan pendekatan ini sangat krusial agar fungsi pengawasan internal tidak lagi dianggap sebagai hambatan oleh unit kerja lainnya.

Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh program ketenagakerjaan dapat berjalan secara bersih, efektif, serta tepat sasaran bagi masyarakat luas.

"Perubahan ini penting agar pengawasan internal tidak dipersepsikan sebagai beban, melainkan menjadi bagian dari solusi untuk memastikan program ketenagakerjaan berjalan bersih, efektif, dan tepat sasaran," ujar Yassierli di hadapan jajaran Inspektorat Jenderal.

Lebih lanjut, Yassierli menginginkan agar pengawasan internal mampu memberikan nilai tambah nyata bagi kementerian dengan cara mendeteksi potensi penyimpangan sebelum benar-benar terjadi.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan program harus tetap lancar dan penggunaan anggaran negara harus dipertanggungjawabkan secara maksimal.

Dengan deteksi risiko yang dilakukan sejak awal, potensi masalah administratif maupun hukum diharapkan dapat dicegah sebelum mengganggu kualitas layanan publik yang diberikan kepada masyarakat.

Baca Juga: Kemnaker Siapkan Reward untuk Perusahaan yang Fasilitasi Sertifikasi MagangHub

"Saya ingin pengawasan tak dianggap sebagai beban. Pengawasan harus bertransformasi dari sekadar memeriksa dokumen masa lalu menjadi upaya deteksi risiko sebelum penyimpangan terjadi," tegas Yassierli.

Menaker juga menyoroti mengenai cara pandang terhadap keberhasilan kinerja Itjen. Menurutnya, kesuksesan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah atau APIP tidak seharusnya diukur dari seberapa banyak temuan pelanggaran yang didapatkan, melainkan dari sejauh mana potensi pelanggaran tersebut berhasil ditiadakan melalui langkah antisipasi yang akurat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Iqbal AN

Tags

Terkini

X