DEPOK (NewsAndalas.com) – Sebagian publik di media sosial sedang ramai menyoroti kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia atau FH UI.
Sebelumnya, kasus ini menjadi viral di berbagai platform digital usai beredar dugaan narasi bernuansa pelecehan terhadap perempuan dalam sebuah grup percakapan daring yang melibatkan 16 terduga pelaku yang merupakan mahasiswa aktif fakultas tersebut.
Kejadian ini memicu gelombang protes dan desakan dari lingkungan kampus agar pihak otoritas segera mengambil tindakan disiplin yang tegas.
Sebagai respons atas tuntutan tersebut, pihak kampus diketahui telah menjalani sidang internal untuk menindaklanjuti dugaan pelecehan itu pada Selasa, 14 April 2026 dini hari.
Baca Juga: Skandal Grup Chat Mahasiswa FH UI Viral 16 Pelaku Akui Perbuatan dan Sampaikan Maaf
Berdasarkan pantauan dari unggahan akun Instagram @depokhariini melalui siaran langsung, terlihat suasana sangat tegang menyelimuti jalannya persidangan tersebut.
Puncak ketegangan terjadi saat 16 terduga pelaku akhirnya ditampilkan dalam forum terbuka di hadapan khalayak sekitar pukul 01.30 WIB.
Kehadiran para terduga pelaku tersebut memicu reaksi keras dari massa mahasiswa yang telah berkumpul sejak malam hari untuk mengawal jalannya proses persidangan.
Sejak awal siaran langsung dimulai, suasana sudah terlihat memanas karena massa yang dipenuhi emosi terhadap para terduga pelaku. Massa yang memenuhi ruangan beberapa kali terdengar meneriakkan permintaan agar identitas dan wajah para pelaku dibuka secara transparan kepada publik kampus.
Desakan tersebut semakin kuat seiring berjalannya waktu karena kasus ini dinilai telah mencederai nama baik institusi dan memicu kemarahan luas di kalangan mahasiswa lainnya. Teriakan massa yang menggema berulang kali menuntut agar para pelaku segera ditampilkan ke hadapan forum.
Baca Juga: FH UI Usut Tuntas Kasus Grup Chat Mahasiswa Terkait Dugaan Pelecehan Seksual
Ketegangan mencapai titik tertinggi ketika 16 mahasiswa yang diduga sebagai pelaku pelecehan tersebut akhirnya benar-benar dihadirkan ke hadapan publik. Reaksi massa langsung meledak saat momen pengungkapan identitas tersebut berlangsung.
Berbagai teriakan kecaman dan kemarahan terdengar dari segala penjuru ruangan yang menandakan kekecewaan mendalam terhadap tindakan yang diduga telah dilakukan oleh para terduga pelaku.
Dalam rekaman video yang beredar, suasana sempat memanas saat sejumlah peserta sidang mencoba mendekat untuk merekam dan melontarkan kecaman secara langsung meskipun para terduga pelaku sempat masuk melalui pintu belakang untuk menghindari kontak fisik.