nasional

Kisah Haru Guru di Parigi Moutong Kawal Siswa Seberangi Sungai Saat Hujan Deras Hingga Baju Basah Kuyup

Selasa, 14 April 2026 | 19:00 WIB
Siswa SD di wilayah pelosok Sulawesi Tengah menyeberangi sungai sebelum meluap saat pulang sekolah. (Instagram/najib_nadir) (M Iqbal An)

PARIGI MOUTONG – Sebuah video mengenai perjuangan siswa dan guru bersekolah di daerah pelosok kembali menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Dalam rekaman video yang diunggah oleh seorang guru di daerah terpencil melalui akun Instagram @najib_nadir, terlihat pemandangan yang menyentuh hati mengenai sejumlah siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Para siswa tersebut terpaksa pulang dengan terburu-buru saat kondisi cuaca sedang turun hujan deras guna menghindari risiko terjebak banjir luapan sungai.

Bukan tanpa alasan kuat, para siswa sekolah dasar tersebut harus mengejar waktu dengan sangat cepat sebelum sungai yang menjadi akses utama jalan pulang mereka meluap dan tidak bisa dilintasi.

Baca Juga: KPK Sita 1 Juta Dollar AS Terkait Kasus Suap Pansus Haji yang Menjerat Gus Yaqut

Sang guru yang mengabadikan momen tersebut memberikan apresiasi mendalam atas ketangguhan mental anak didiknya di tengah keterbatasan fasilitas infrastruktur.

“Mereka anak-anak hebat. Pak guru jadi saksi kalau mereka anak-anak hebat,” tulisnya dalam keterangan video tersebut sebagaimana dikutip pada Selasa, 14 April 2026.

Video yang kini telah menembus lebih dari 11 juta kali penayangan itu memperlihatkan aksi dramatis para siswa yang berlarian sesaat setelah jam sekolah usai.

Mereka tampak berlari di tengah jalan kecil yang membelah area perkebunan warga sebelum akhirnya harus turun ke aliran sungai untuk menyeberang.

Dalam suasana mencekam akibat cuaca buruk, sang guru terdengar terus memberikan imbauan dengan suara lantang demi memastikan keselamatan anak-anak tersebut.

“Cepat, cepat sebelum banjir. Ayo nyeberang, pelan-pelan ya. Jangan pada lewat di bawah pohon kelapa,” ucapnya sambil berteriak memantau para siswa yang sedang bertaruh dengan arus air.

Baca Juga: 10 Nama Lolos Administrasi Calon Direktur BSP, Lanjut UKK di Jakarta

Kondisi fisik di dalam video memperlihatkan baju yang dikenakan oleh guru maupun murid sudah dalam keadaan basah kuyup. Hal ini terjadi selain karena faktor hujan yang turun cukup lebat, juga karena mereka harus membasahi diri saat melintasi aliran sungai.

Untuk menjaga keselamatan bersama agar tidak terbawa arus yang sewaktu-waktu bisa meningkat, para siswa terlihat kompak saling bergandengan tangan saat menyeberang.

Halaman:

Tags

Terkini