JAKARTA (NewsAndalas.com) – Mengganti lapisan jok mobil sering kali menjadi solusi instan bagi pemilik kendaraan yang ingin menyegarkan suasana interior atau meningkatkan kenyamanan berkendara. Namun, dalam memilih material pelapis, konsumen disarankan tidak hanya mempertimbangkan harga atau estetika semata, melainkan juga karakteristik teknis dari setiap bahan.
Juan Elian, pemilik Masterpiece Auto Interior, menjelaskan bahwa hingga saat ini bahan sintetis masih mendominasi pasar karena harganya yang sangat terjangkau. Meskipun populer, bahan ini memiliki karakteristik khusus yang perlu dipahami sebelum dipasang.
Baca Juga: KLHR 2026 Digelar di Riau, Garda Terdepan Honda Unjuk Kompetensi
“Pada dasarnya kalau untuk sintetis itu, 1.000 persen dia chemical. Jadi sebenarnya itu kain yang dilapis PVC. Memang sudah diformulasikan untuk kebutuhan kendaraan, tahan ultraviolet dan punya ketahanan gesek, kalau tidak salah sampai 10.000 kali anti-abrasi,” kata Juan saat ditemui di Jakarta Barat.
Namun, Juan mengingatkan adanya kelemahan mendasar pada bahan sintetis, yaitu sirkulasi udara yang minim. Karena berbahan dasar kain yang dilapisi bahan kimia sintetis, material ini cenderung tidak tembus udara sehingga sering kali terasa panas saat bersentuhan dengan kulit dalam waktu lama. Selain itu, kualitas bahan sintetis di pasaran sangat bervariasi; semakin tipis materialnya, biasanya akan semakin cepat menghantarkan panas.
Sebagai alternatif yang lebih nyaman, material microfiber kini mulai naik daun. Berbeda dengan sintetis biasa, microfiber dibuat dari serat tidak beraturan yang dirancang menyerupai tekstur kulit asli. Juan menyebutkan bahwa material ini menawarkan suhu yang lebih rendah dan sirkulasi udara yang jauh lebih baik.
Baca Juga: City Rolling Motor Listrik Honda, Wujudkan Perjalanan Ramah Lingkungan di Pekanbaru
“Microfiber itu dibuat dari serat tidak beraturan. Memang buatan, tapi kalau dipegang sebentar saja sudah terasa beda. Lebih adem, suhunya bisa turun,” ujar Juan.
Kelebihan lain dari microfiber adalah fleksibilitasnya dalam proses modifikasi. Material ini dapat diberi lubang-lubang ventilasi (perforasi) tanpa merusak struktur kainnya, sehingga aliran udara dari AC maupun suhu tubuh dapat mengalir lebih lancar. Dengan berbagai pilihan tersebut, pemilik mobil diharapkan lebih bijak dalam menentukan pilihan material sesuai dengan kebutuhan penggunaan harian dan kenyamanan jangka panjang.