internasional

Gencatan Senjata 10 Hari Israel dengan Lebanon Mulai Berlaku Trump Sebut Upaya Menuju Perdamaian

Jumat, 17 April 2026 | 08:00 WIB
Presisen AS Donald Trump (M Iqbal AN)

BEIRUT (NewsAndalas.com) – Gencatan senjata selama 10 hari yang telah disepakati antara Israel dan Lebanon secara resmi mulai berlaku pada hari ini, Jumat, 17 April 2026.

Kesepakatan penting ini sebelumnya telah diumumkan secara langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Berdasarkan laporan dari AFP dan CNN, gencatan senjata tersebut mulai berjalan tepat pada tengah malam waktu setempat di Israel dan Lebanon, atau bertepatan dengan pukul 21.00 GMT dan pukul 17.00 EST.

Penghentian sementara kontak senjata ini terjadi setelah Israel terlibat pertempuran intens dengan kelompok Hizbullah sejak bulan lalu.

Baca Juga: Iran Tuntut Ganti Rugi Perang Rp4,6 Kuadriliun Akibat Serangan AS dan Israel

Hingga dimulainya masa jeda ini, kelompok Hizbullah memang belum memberikan pernyataan resmi mengenai pengakuan terhadap gencatan senjata tersebut secara kelembagaan.

Namun demikian, salah satu anggota parlemen dari kelompok tersebut menyatakan kepada awak media bahwa mereka akan menghormati kesepakatan tersebut dengan syarat serangan militer Israel terhadap para militan mereka dihentikan sepenuhnya.

Masa tenang selama 10 hari ini diharapkan dapat meredam eskalasi konflik yang telah menyebabkan kondisi di Lebanon menjadi porak-poranda akibat serangan udara dan roket dalam beberapa pekan terakhir.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memberikan pernyataan bahwa gencatan senjata singkat ini memiliki tujuan strategis yang lebih luas.

Penghentian permusuhan sementara ini dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi para pihak yang bertikai agar dapat melakukan negosiasi dengan itikad baik.

Pemerintah Amerika Serikat menargetkan proses ini dapat berujung pada terciptanya perjanjian keamanan yang stabil serta perdamaian permanen antara negara Israel dan Lebanon di masa mendatang.

Meski gencatan senjata sudah mulai berlaku, sejumlah pihak masih memandang situasi ini dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa Teheran mendekati masa jeda ini dengan sikap hati-hati.

Baca Juga: Perselisihan Trump dan Meloni Memanas Akibat Isu Iran dan Vatikan

Di sisi lain, Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Danny Danon, menyebut situasi gencatan senjata ini sebagai hal yang sangat kompleks.

Halaman:

Tags

Terkini