internasional

Perselisihan Trump dan Meloni Memanas Akibat Isu Iran dan Vatikan

Rabu, 15 April 2026 | 12:30 WIB
Perselisihan Trump dan Meloni Memanas Akibat Isu Iran dan Vatikan (Adhelya Zen)

ROMA (NewsAndalas.com) – Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Italia berada di titik nadir setelah Presiden Donald Trump melontarkan serangan verbal kepada Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. Ketegangan ini dipicu oleh sikap Meloni yang membela Paus Leo XIV dari kritik yang sebelumnya disampaikan oleh Trump.

Dalam sebuah wawancara dengan media Italia, Corriere della Sera, Trump menyatakan kekecewaannya terhadap kepemimpinan Meloni. Trump yang sebelumnya merupakan sekutu dekat Meloni kini menyebut sang Perdana Menteri telah kehilangan keberaniannya dalam mengambil sikap politik internasional.

Baca Juga: Negosiasi Historis AS dan Iran di Pakistan Berakhir Tanpa Terobosan Baru

“Saya terkejut olehnya. Saya pikir dia punya keberanian. Saya salah,” katanya seperti dikutip dalam artikel berbahasa Italia tersebut dilansir Reuters, Rabu (15/4).

Kerenggangan ini mulai terdeteksi sejak Februari lalu ketika Meloni mulai menjaga jarak setelah konfrontasi Amerika Serikat dengan Iran pecah. Puncaknya terjadi pada Senin lalu, saat Meloni secara terbuka menyebut serangan verbal Trump terhadap Paus Leo XIV sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.

Merespons hal tersebut, Trump menilai sosok Meloni sangat berbeda dari bayangan awalnya. Ia bahkan mengecam penolakan Italia untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz yang saat ini tengah diblokir oleh Iran.

Pihak Gedung Putih maupun kantor Perdana Menteri Italia saat ini masih menolak untuk memberikan komentar resmi. Namun, dukungan bagi Meloni datang dari berbagai spektrum politik di Italia. Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menegaskan bahwa meskipun Italia adalah sekutu setia Amerika Serikat, hubungan tersebut harus didasari oleh rasa hormat.

“Kami adalah, dan akan tetap menjadi, pendukung tulus persatuan Barat serta sekutu setia Amerika Serikat, tetapi persatuan itu dibangun atas dasar loyalitas, rasa hormat, dan keterbukaan satu sama lain,” ujar Tajani.

Baca Juga: Perundingan Damai AS dan Iran di Islamabad Berakhir Tanpa Kesepakatan

Tajani juga menekankan bahwa pembelaan Meloni terhadap Paus Leo XIV mencerminkan suara hati rakyat Italia. Mengenai Paus Leo XIV, dia mengatakan persis apa yang dipikirkan semua warga Italia, tambahnya melalui pernyataan di platform X.

Perubahan sikap Trump ini terbilang drastis. Mengingat pada awal 2025, Meloni merupakan satu-satunya pemimpin Eropa yang menghadiri pelantikan Trump. Bahkan, hanya sebulan yang lalu, Trump masih memuji Meloni sebagai pemimpin yang hebat.

Kini, Trump menuduh Meloni sengaja membiarkan Amerika Serikat bekerja sendirian dalam menangani program nuklir Iran serta pengamanan pasokan energi di Teluk. Terkait kritik Meloni atas komentarnya mengenai pemimpin tertinggi Vatikan tersebut, Trump memberikan jawaban sengit.

“Dialah yang tidak dapat diterima, karena dia tidak peduli apakah Iran memiliki senjata nuklir dan bisa menghancurkan Italia dalam dua menit jika mendapat kesempatan,” tegas Trump.

Situasi diplomatik ini menambah berat beban politik Meloni di dalam negeri. Sebelumnya, ia baru saja mengalami kekalahan dalam referendum reformasi peradilan pada Maret dan kehilangan sekutu politiknya di Eropa Timur setelah Viktor Orban lengser dari kekuasaan di Hungaria.

Tags

Terkini