internasional

Panas di Timur Tengah: Iran Sebut Penutupan Selat Hormuz Tak Akan Berakhir di Bawah Sandiwara AS

Jumat, 3 April 2026 | 11:42 WIB
Panas di Timur Tengah: Iran Sebut Penutupan Selat Hormuz Tak Akan Berakhir di Bawah Sandiwara AS (Adhelya Zen)

JAKARTA (NewsAndalas.com)– Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa jalur maritim strategis Selat Hormuz kini berada sepenuhnya di bawah kendali Teheran. Pernyataan ini sekaligus mematahkan klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai situasi di jalur perdagangan vital tersebut.

Melalui laporan kantor berita semi-resmi Tasnim pada Jumat (3/4/2026), IRGC menyatakan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali "di bawah sandiwara" kebijakan yang dijalankan oleh Donald Trump terhadap bangsa Iran.

Sejak pecahnya konflik pada 28 Februari lalu, IRGC secara efektif telah menutup jalur tersebut. Penutupan ini menyebabkan ribuan kapal dagang terdampar karena dilarang melintas atau karena tingginya risiko serangan. Dampaknya, harga minyak dunia kembali melambung ke level tertinggi sejak tahun 2022.

Baca Juga: Iran Bantah Klaim Donald Trump Soal Tawaran Gencatan Senjata, Sebut Pernyataan AS Salah

IRGC mengeklaim telah meluncurkan gelombang ke-89 dari Operasi True Promise 4 untuk melawan agresi Amerika Serikat dan Israel. Teheran menyebut bahwa intensitas serangan mereka tidak pernah berkurang, berlawanan dengan klaim pihak Washington yang menyebut Iran mulai melunak.

"(IRGC) menggunakan kombinasi rudal balistik dan jelajah Qadeer serta drone serang untuk menghancurkan target militer utama milik pasukan AS dan Israel," tulis laporan Tasnim.

 

Selain itu, militer Iran mengeklaim telah menghancurkan dua sistem pertahanan udara peringatan dini milik AS yang ditempatkan di wilayah perairan dan pulau-pulau Uni Emirat Arab (UEA). Serangan tersebut diklaim dilakukan dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.

Serangan ke Pangkalan Militer dan Kapal Tanker

Dalam pernyataan yang sama, IRGC mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap Aqua 1, sebuah kapal tanker minyak yang disewa oleh QatarEnergy. IRGC menyebut kapal tersebut milik "rezim Zionis yang tidak sah."

Di tempat lain, Iran juga mengeklaim telah menghantam markas rahasia pasukan AS di luar perimeter Armada Kelima di Bahrain. Serangan yang melibatkan drone serang dan rudal balistik ini dilaporkan menyebabkan sejumlah perwira angkatan laut senior dilarikan ke rumah sakit.

Informasi intelijen dari pihak Iran turut menyebutkan bahwa serangan terhadap markas AS di UEA mengakibatkan 37 orang tewas. Selain itu, pangkalan Al Udeiri dilaporkan mengalami kerusakan signifikan pada pusat persiapan helikopter Chinook dan hanggar penyimpanan senjata akibat serangan gabungan rudal serta drone.

Baca Juga: Polisi Internasional Tangkap Empat Anggota Mafia Siber Kelas Kakap

Posisi Kapal Induk USS Abraham Lincoln

Halaman:

Tags

Terkini